Senin, 01 Februari 2010

“Metal in Ajeb-Ajeb”


Akasaka,…mm kalau dengar nama ini pastilah masyarakat awam diseputaran Denpasar, lebih2 para cluber ataupun penghoby karaoke sudah pada tahu dan langsung mengasosiasikan tempat macam apa ini. Oh oh..,memang benar Akasaka merupakan salah satu tempat one stop entertainment kususnya dengan sajian music club dan karaokenya, namun dalam kesempatan ini kita tidak akan membahas lebih lanjut tentang tempat ini (atau kalau pingin lebih tau lagi bisa diakses dalam : http://akasaka-bali.com/

Trus kenapa dan apa hubungannya musik metal dengan lingkungan ajeb-ajeb ini??. He..he..he…ya,,kelau dalam ajang Bali Death Fest kemarin band Rezume sukses menjalankan “langkah progressive” dengan membawa “hiburan ajeb-ajeb” naik kedalam stagenya. Kini bahkan lebih “progressive” lagi musik metal ( metalcore,grindcore,deathmetal) bersama genre musik lainnya akan dibawa masuk dan menginvasi kedalam “sarang ajeb-ajeb” ini.

Ya, karena di Akasaka music club ini di selama bulan Februari , dalam tiap minggunya akan diadakan sebuah hajatan live music yang bertitle DENPASAR HOT MUSIC 2010 (DHM 2010) , yang akan menampilkan band-band dalam berbagai gendre mulai dari classic/progressive rock,ragae,ska sampai metal/core/grindcore/death metal. Untuk metal ini akan diwakili oleh kontingen dari INFERNAL CORPSE, DURHAKA, FORSAKEN OF TRUTH, GARIS KERAS, MAKE THEM SUFFER, BLOOD SHIT NATION, DEBTOR, ASYURA,BORN BY MISTAKE,INFECTOUS ARTERIES serta band Metal lainnya yang akan tampil bergantian tiap minggunya. Ehemm…Event DHM 2010 ini sepintas mengingatkan kita pada masa 90an lalu akan event regular mingguan yang bernama SUNDAY HOT MUSIC (SHM) yang juga sukses menampilkan band-band berbagai gender, dan untuk Metalnya hampir seluruh band metal kala itu dapat mencicipi semaraknya event tsb ( mulai dari band ETERNAL MADNESS,TRIPLE SIX,SPARATIS,DEBTOR,BEHEAD dan band metal lainnya)

Fenomena tampilnya band-band Metal dalam ajang diluar lingkungan gig/event yang khusus Metal kini makin marak kembali terjadi, seperti event hellbastard bali fest yang sebelumnya sukses diadakan ditempat pameran, maupun dievent DHM 2010 ini yang diadakan di lingkungan club/ ajeb-ajeb. Yup memang apapun itu setiap usaha untuk membangkitkan dan menghidupkan acara-acara yang memberikan ruang pada band-band metal untuk unjuk gigi tetap harus kita support tanpa memandang siapa dan dimana penyelenggaraan acara tsb.
Dan kalau dulu angan kita akan masuknya music metal kedalam café/club telah menjadi kenyataan, dan kini tidak mustahil lagi setelah masuknya music metal kedalam sarang ajeb-ajeb ini, tempat/ruang karaokenya nanti bahkan bisa-bisa disusupi oleh musik metal (deathmetal,grincore dll)krn dibeberapa hall karaoke juga sudah disusupi oleh musik metal/gothic dll.... Hee..he..he…bisa kita bayangkan kalau ini nanti terjadi para deathrasher masuk kedalam room karaoke,memesan berbagai minuman alcohol dengan didampingi oleh PL (pemandu lagu) atau mungkin nanti namanya PG (Pemandu growl/guttural) nan sexy putih bahenol dengan pakaian yang super minim, menggambil remote dan tentunya memilih list lagu dengan title Effigy of the Forgotten – Suffocation….arrrggghhhhhh hell yeahhh…what the fuck…

Rabu, 23 Desember 2009

Progressive


Langkah maju dalam bermusik itu adalah bagian dari “Progressive” ….( sebuah catatan menjelang akhir tahun)

…..apa sih yg dimaksud musik progressive itu?? Itulaha salah satu pertanyaan singkat padat dan akurat yg terlontar dari salah satu pesakitan peserta diskusi bareng 19-21 dengan topic music progressive dengan nara sumber Bapak Ade Karang,yang berlangsung beberapa minggu lalu. Dan dari penjelasan beliau musik progressive itu berasal dari kata progress yang artinya kemajuan. Jadi progressive yang ditekankan disini adalah pikiran/langkah maju yang diambil oleh musisi terhadap suatu aliran musik yang mereka lakoni.

Dalam jaur rock, musik progressive ini dipelopori oleh band macam Rush,Pink floyd etc. Musik rock yang mereka mainkan banyak mengambil inspirasi dari berbagai aliran musik macam rock,jazz,klasik,tradisional dan musik lainnya. Selain struktur musik yang mereka mainkan lebih maju dari musik yang berkembang pada jamannya itu dengan teknik permainan musik yang beragam dan penuh variasi dan skill, ritme yang tidak konvensional, tema-tema lirik dalam lagu yang mereka ciptakan juga saling terkait dan saling berhubungan dan menyambung dari satu lagu ke lagu berikutnya yang terbingkai jadi satu alur cerita dari awal sampai akhir dengan durasi lagu yang melebihi normal.
Dan semuanya itu terintegrate dan menjadi ciri umum dari musik progressive itu sendiri seperti halnya jg yang terlukis dari band generasi berikut macam Dream Teather.

Trus bagaimanakah dengan musik Death Metal terhadap unsur progressive ini?, Kalau dari basic dari makna yang terkandung dari musik progressive itu yakni langkah/pemikiran maju, maka dapat kita ambil benang merahnya, bahwa musik death metal ini adalah murupakan musik progressive juga. Karena musisi death metal ini telah mengambil langkah maju atas musik metal yang ada. Mereka telah memainkan musik metal dengan lebih kencang,vatiatif dengan beat-beat gitar /bass serta gempuran drum dengan doble pedal/bass drumnya serta eraman growl vocal yang tidak lazim dan liryc2 lagu yang menggambarkan kengerian,kematian dan aroma gelap lainnya. Dan langkah progressive dari metal yang selangkah maju menjadi death metal pada perkembangan berikutnya trus bergerak maju pada turunan dari musik death metal tsb, yakni kearah progressive musik brutal death metal, teknikal death metal sampai slaming death metal dan lainnya. Bahkan sudah banyak band-band death metal yang menyebut aliran mereka kedalam progressive death metal seperti band Psycroptic yang belum lama ini sempat singgah juga ke Jawa dan Bali.

Demikian halnya dengan perkembangan musik Death metal yang terjadi di bawah tanah scene metal Bali. Begitu kayanya unsur kesenian tradisional baik itu seni tari,kidung,maupun musik/gambelan yang terbalut dari budaya Bali dan telah menjadi bagian hidup masyarakat bali sejak dulu sangatlah membuka jalan untuk tumbuhnya musik progressive ( metal) di daerah budaya ini. Bahkan dengan tegas bisa kita lihat bahwa aliran musik yang begitu kental dan sangat dekat dg unsur gamelan Bali yang memiliki tempo yang cepat adalah musik metal.

Dan langkah progressive terhadap musik death metal sebenarnya telah lama juga dilakoni oleh musisi death metal Bali. Bukti nyata ini bisa dilihat dari beberapa hasil karya fenomenal dari Band Eternal Madness. Bagaimana tidak langkah progressive ini telah jauh meraka lakoni mulai dari awalnya perkembangan music metal (death metal) di bawah tanah bali yakni era awal 90an. Bukti ini bisa dilihat dari album perdana mereka yakni Offerings to rangda maupun album mereka beriktunya. Dari struktur musik yang mereka mainkan telah memasukan unsur budaya dan etnik bali, baik dari unsur gambelan, kidung maupun unsur pantatonik budaya bali lainnya yang mereka kemas dengan apik lewat permainan instrumet gitar,bass dan ketukan drumnya. Begitu juga dengan lyric lagu yang mereka ciptakan menggandung unsur magis serta bercerita dan saling berkaitan dari satu lagu ke lagu berikutnya yang terlukis bagai cerita kehidupan manusia di bumi ini dengan berbagai amarah,emosi,durja dan benci yang berakhir dengan kidung kematian ( pelebon). Yang mana kisah dan cerita berantai dari satu lagu ke lagu berikutnya dalam satu album tersebut sama seperti yang telah dilakoni oleh band-band progressive dunia macam Pynk floyd ataupun Dream teahter.

Dan semoga saja langkah progressive yang dijalani dari dulu oleh band Eternal madness ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan terus oleh mereka dan menjadi inspirasi oleh band-band generasi berikut di bawah tanah Bali dan nusantara ini.

Senin, 14 Desember 2009

Dari Metal Blast ke Bali Death Fest


Public Metallion Bali di bulan Desember ini benar-benar akan dimanjakan hasrat, nafsu dan dahaganya akan event-event metal berkelas, bagaimana tidak setelah di bulan Nov. sebelumnya Infectous Arteries sukses dengan event lounching album bersama band Trojan dan kawan-kawan, kini di minggu ketiga tepatnya tgl 19 Desember 2009 akan diadakan hajatan Metal Blast Compilation grand lounching, yang akan diadakan di Pantai utara (Pantura) Tanjung Benoa. Tidak kurang 18 band Metal akan meramaikan ajang ini. Hajatan ini termasuk besar dan penting maknanya bagi riuh riah perjalanan scene metal Bali, karena diadakan oleh anak-anak scene metal yang ada di daerah Tanjung, Hal ini disebabkan karena nama daerah Tanjung ini tidak hanya sudah begitu mendunia dengan lingkungan pariwisatanya ( terutama wisata baharinya), namun lebih dari itu bagi sejarah pergerakan metal di Bali daerah ini juga begitu besar peranannya, karena disini juga banyak terlahir dan bertumbuh para pejuang-pejuang metal yang amat sangat militant mulai dari jaman “Animisme” dulu sampai masa “Killer insting dan Durhaka” saat ini. Oleh karena itu tidak ada suatu alasan untuk tidak berkunjung dan berpesta bareng dalam event yang penting ini dan skaligus diadakan ditempat / daerah bersejarah dan oleh anak-anak scene metal yg militant dan masuk katagori “kati bangke” ini.

Dan mengawali tahun baru 2010 tepatnya tanggal 3 January , Scene metal Bali dan Nusantara akan kembali disuguhkan dan digemparkan oleh gawean besar yang dimotori oleh anak-anak Bali Metal Sindikat yang bertitel Bali Death Fest. Bagi scene Metal Bali event ini akan memberikan kesempatan dan ruang untuk bisa saling berkumpul,berpesta dan beradu kengerian sambil merayakan tahun baru tidak hanya dengan sesama kerabatnya di Bali namun juga dengan beberapa komunitas metal dari luar Bali, yang menjadikan ajang Bali Death Fest ini sebagai media untuk bermetal vacation sambil merayakan tahun baru di Bali.

Pada ajang besar nan berbahaya ini akan disajikan tidak kurang dari 26 Band Metal ( kususnya Death Metal dan Grindcore beserta turunannya) yang dibagi dalam 7 (tujuh) band kloter dari perwakilan bawah tanah Jawa mulai dari Jakarta sampai Lumajang dan akan dijamu oleh 19 Band Metal dari tanah bawah Bali mulai dari Denpasar sampai Tabanan. Besar harapannya event Bali Death Fest ini akan jadi salah satu barometer pergerakan komunitas metal di Bali yang akan berbicara banyak dalam kancah scene Metal Nasional bahkan Dunia. So …jangan sampai dilewatkan sekejap matapun dua event berbahaya ini karena event ini akan mampu menyebarkan kengerian pada scene Metal Nasional dan Dunia serta akan menunjukkan bahwa Scene Metal Bali memang terus berdetak kencang serta tidak perlu diragukan dan ditakuti lagi eksistensi dan persaudaraannya...... mulai dari Metal Blast ke Bali Death Fest

Selasa, 17 November 2009

Soundrenalin 09..ketika metalmania berbaur dengan musicmania lainnya….


Jimbaran 15-11-09
Setelah sebelumnya sempat tersiar isu (entah dari mana sumbernya) akan adanya boikot acara Soundrenalin 09 ini, hingga memaksa pihak penyelenggara untuk menklarifikasi isu tersebut menjelang hari H nya, akhirnya perhelatan live music yang kali ini mengambil tema “Lead the Beat” ini terlaksana juga dengan sukses.

Aroma event besar ini sudah tercium mulai dari By pass Ngurah Rai sampai dengan di sekitaran daerah bukit Jimbaran, dengan banyaknya konvoi kendaraan maupun massa yang bergerombol disepanjang daerah bukit , berkibarnya umbul-umbul dan panji-panji kebesaran acara sampai kemacetan dan antrean panjang calon penonton ( ha33..ya karena sebelum jadi penonton harus melewati fit & proper tes dulu, kalau tanda pengenalnya masih menunjukan usia 18 thn kebawah dijamin bakalan tidak diterima menjadi penonton….ughh kasian jg kenapa utk bisa menikmati acara ini mesti nunggu umur 18 tahun??) dan ketatnya penjagaan tidak hanya pada pembatasan usia juga termasuk pemeriksaan barang-barang berbahaya termasuk juga alcohol..( walau akhirnya di dalam venue aroma alcohol banyak juga terundus dari beberapa penonton).

Sampai keareal dalam GWK sekitar pukul 17.10, kami di suguhkan dg pilihan 4 (empat ) stage dalam 3 area ruang yang berbeda yakni Festival park, Lotus pond dan Amphitheatre Stage. Dan tentu saja kami tertuju pada Festival Park, karena di dua stge itu akan tersaji beberapa band keras macam Seringai,Koil dan BurgerKill. Uhgh dari schedule yg tertera dalam tiket nampaknya kami harus kecewa karena sudah tertinggal beberapa band (termasuk Seringai, itu kalau memang tidak ada perubahan schedule !! ) namun rasa kecewa itu nampaknya sedikit keliru, karena beberapa saat kemudian sang mc menyebutkan nama seringai yang akan tampil berikutnya. Ya benar saja para serigala jantan itu akhirnya muncul dan langsung saja membakar stage 1 itu dengan sajian membakar Jakarta. Hingga tak kuasa sebagian para jemaah srigala menyambutnya dengan setengah pemanasan. Mm..kondisi ini sampai juga mengusik ketenangan si gigox parau dg bisikan pada kami “kurang brutal” ya crowdnya. Ha..ha..ha..dan sedetik kemudian nampak keliaran para srigala mulai memanas dan menggila dg diringi provokasi dari sang vocalis arian 13 agar masa serigala yang sudah makin memanas tersebut bisa berbuat lebih “rusuh” lagi biar para aparat penjaga lebih sedikit deg-degan dengan situasi crowd yg makin liar dan menggila yang berturut-turut disuguhi dengan sajian nomor2 high octane rock, mulai dari membakar Jakarta,citra natural,individu merdeka dll, arrghh karuan saja aksi banging,pogo,moshing hingga circle pit pecah juga dalam kerumunan massa sore itu, ya lumayan membikin memanas dan terbakar kumpulan massa yg sdh mulai berjibum dalam kawah tsb.

Setelah lewat band Nanoe Biru,The Upstair, kini giliran kehadiran band yang lahir dan besar di jalur indie yakni Koil, untuk menyakikan lagu perang berikutnya. Langsung saja sajian musik bercorak industrial yg full distorsi sound gitar dan hentakan drummer dan teriakan sang vocal menyuarakan harmoni distorsi mulai dari nomor kritis aku lupa aku luka sampai dg nomor sindiran rasa nasionalisme ala..kenyataan dalam dunia fantasi, Di jeda lagunya si otong sempat juga “mumuji (ha..ha..ha baca mencibir) besarnya ekspos maraknya fenomena musik kacangan ala Kangen Band maupun Kuburan band. Dan diakhir pertunjukannya disajikan atraksi penghancuran gitar pada nomor lagu penutupnya.

Berikutnya setelah band Kotak,J-Rock, dan Pee wee Gaskin lewat, salah satu headleader yang paling dinanti dan di support dengan seringnya teriakan meminta kehadirannya dari acara pada malam itu adalah Burger Kill. Ho oh..what the fuck…kemunculan begundal ini bagai magnet jahat yang menggerakan gelombang rush massa utk merangsek rusuh nan liar didalam kawah itu, ya langsung saja tanpa dikomando aksi headbang,moshing,circle pit, massal serentak terjadi dengan diiringi oleh gemuruh tembang-tembang death/metal core dari burger kill. Besarnya gelombang lautan massa itu tak pelak mendorong sang vocalis untuk stage diving kedalam arus massa tsb setelah akan mengakhiri show mereka. Namun keras dan kompaknya teriakan massa yang meminta mereka untuk melanjutkan kerusuhan ini memaksa mereka untuk memberikan tambahan satu lagu anjing tanah sebagai penutup penampilan BurgerKill pada malam jahanam itu.

Arrghhh…Berada didalam gelobang massa dan merasakan energy maupun undrenalin besar didalam kubangan itu sungguh merupakan panorama dan kerukunan nyata yang menajubkan. Bagaimana tidak aksi brutal nan rusuh dari para metalhead itu sungguh aman dan tentram terjadi didalam keanekaragaman selera music dari puluhan ribu massa music mania lainnya yang ada di areal tersebut. Ugh..semoga kondisi ini akan menjadi catatan tersendiri bagi penyelenggaraan Soundrenalin berikutnya utk dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi kehadiran Band-band Metal ( Death Metal) pada masa-masa yang akan datang.

Rabu, 04 November 2009

DEATH TWICE with PSYCROPTIC


Kuta 4 November 2009,…malam kemarin jl.legian Kuta nampak bergairah dan rame oleh berseliwerannya bule-bule dari berbagai Negara (mm apa ini ada pengaruhnya dengan “promo” tidak langsung dari pembuatan film “Eat, Pray, Love'.yg dibintangi oleh “Menteri pariwisata” yang baru Nyonya Julia Roberts), ah moga aja Kuta dan Bali umumnya makin rame terus pariwisatanya) any way tak terkecuali di sekitaran ground zero atmosphir skitarnya nampak agak sedikit berbeda dengan lingkungan lainnya,diantara lalu lalangnya bule-bule tersebut nampak disisipi oleh grombolan hitam-hitam yang secara sporadic semuanya masuk ke dalam gang popies dan mereka semuanya berhenti dan menyemut di dalam dan disekitaran Twice Bar

Yess bagaimana tidak malam kemarin di Twice Bar adalah jadi malam terjahanam bagi lapisan masyarakat metal bawah tanah Dps,Bali,…karena tiga grombolan berbahaya pulau Bali dari pasukan Rezume,Bersimbahdarah, & Born by Mistake menjamu satu grombolan aggressor dari benoa kangguru yakni Psycroptic.

Arrghhh aura panas dan sesak sudah terasa mulai dari bibir pintu masuknya, massa hitam2 sebagian sudah menyemut didalamnya, namun meskipun panas masuk kedalam Bar laknat itu rasanya tetap kurang afdol kalau tidak ditemani oleh alcohol 5%nya bir bintang dan ,,%nya racikan khasnya twice sambil duduk manis dulu disofa yg tersisa dg pesakitan macam wir,dekbens,decay,komar,dick and many more…..sampai akhirnya perjamuan pertama di buka oleh slaming dari Rezume, ehem band ini kian hari makin menggoda saja permainan dan performnya, mantab. Dilanjutkan dengan band kedua , grombolan grindcore dari “marianto”cs yakni Bersimbahdarah , tidak mau kalah juga dg perform sebelumnya, garang dan sangar”. Penampilan ketiga adalah kontingen Death Metal, Born by Mistake….,Holyshit..berada dilingkungan yg sesak itu dengan hanya mampu “mendengar” saja dan tanpa “melihat” perform musik yang tersaji sungguh tidak elok rasanya hingga memaksa diri bikin coment pada status FB Bali corpsegrinder yakni : oh god “alcohol.kaki,leher,badan gatal pingin pogo,headbang,slamdace,moshing” apa lacur atmospire & spice tidak memberikan kami ruang..oh god berikan kami jalan utk mengekpresikan smuanya itu..” .

Ahh dapat juga ruang dan menerobos ke depan dan langsung “banging” dg sajian sadis dari Born by Mistake, sampai akhirnya tetap bertahan digarda paling depan utk segera berdarah-darah dengan Psycroptic. Tanpa menunggu lama lagi para punggawa Death Metal Tazmania yang ramah dan murah hati ini terdiri dari Cameron Grant (bass), Dave Haley (drum), Jason Peppiatt (vocal), dan Joe Haley (guitar) ini langsung menggebrak dengan sajian brutal progressive death Metal ala Psycroptic yang sebagian besar diambil dari album Ob (Servant) yang sudah dirilis juga di Indonesia. Ughh tidak perlu banyak dikomentari lagi permainan yang penuh hentakan drum torpedo yang melaju berputar penuh skill nan bervariasi diimbangi dengan elemen-elemen teknik death metal dengan iringan riff-riff melodicnya….Haa.haa..haaa …namun sajian ini hanya bisa dinikmati secara visual dari jarak dekat oleh tiga baris massa paling depan dan baris belakangnya cukup menikmati suaranya saja. Aksi headbang,pogo,moshing ditempat dengan penuh energy namun tetap hati2 karena takut kepala membentur ujung bass/gitar personelnya. Yang pasti kali ini tidak ada yang namanya aksi stage diving….he..he..he..ya yalah karena memang tidak ada stage sama skali crowd dan bands sama-sama lesehan dan so fucking clouse……( moga aja si jrinx nanti mau menambahkan sedikit stage paling tidak setinggi pinggang aja dalam Bar tsb). Mengalirnya peluh bak sauna dari crowd dan bands yg semua personelnya tidak mengenakan t-shirt, saking hotnya…sangat jelas terekam…sampai tidak terasah mereka menyudahi perform sintingnya…...ha..ha..ha…so fucking crazy man. Benar-benar sajian yang liar nan menawan…..

Senin, 02 November 2009

PSYCROPTIC…..”Eleggiance to Metal” Indonesian Tour 2009


Rise of scene Metal Bali ( session II)

Gempuran globalisasi ke negeri nusantara ini tidak hanya sebatas pada bidang ekonomi,politik ,sosial, dan budaya saja tapi juga termasuk gempuran terhadap musik metal itu sendiri yang ditandai dengan makin banyaknya band-band metal luar negeri yang memperhitungkan dan memasukan nama Indonesia dalam list/jadwal tournya , hal ini juga dipicu oleh suksesnya konser2 band metal manca negara (semacam napalm death,lamb of god,sodom,kreator dll) dan juga dipengaruhi oleh masuknya indonesia di antara negara2 dunia lainnya dalam rangkaian ulusan/liputan Global Metal karya Sam Dunn and Scot McFadyen.

Trus point apa yang bisa diliat dalam skala scene Metal Bali atas fenomena diatas?? Ya..tentunya scene Metal Bali harus bisa mempersiapkan dirinya jg kalau sewaktu2 diatara band2 metal yang akan datang ke indonesia "berkeinginan" utk singgah/mampir dan konser di Bali. Memang harus diakui kalau dari segi bisnis dalam artian banyaknya tiket serta nilai harga tiket yg bisa dijual utk konser2 sekelas Band metal international "kurang" menjanjikan diadakan di Bali. Tapi siapa sih yang tidak tau pesona Bali di jagad ini??, nah keunggulan nama Bali sebagai tempat singgah/berlibur adalah merupakan modal besar yang dapat digunakan juga utk dapat menggaet band2 Metal dunia utk dapat singgah/mampir/berlibur dan tentunya mengadakan konser dg skala "kecil" model di pub atau dicafe, sebagaimana pernah dilakukan oleh band Punk dunia macam NOFX.

Dan tentunya yg lebih penting lagi adalah kalau band metal luar ini berkeinginan maen di Bali tentu tidak bisa dilepaskan dari adanya E.O dari komunitas Metal di bali itu sendiri yg dapat dipercaya utk bisa bekerja sama dengan E.O utama (Jkt) maupun E.O lainnya yg mendatangkan artis/band Metal manca negara ini ke Indonesia.

Nah untuk menyikapi fenomena gempuran global metal tsb, maka scene metal di Bali mesti solid dan bersatu padu, dan untuk seseon kali ini Band Metal mancanegara yang berkenan untuk singgah ke Bali adalah PSYCROPTIC grombolan band Australian Brutal Progressive Death Metal yang baru saja sukses menggempur tanah bawah Jawa mulai dari Jkt ( bersama dengan ARCh Enamy), Bandung,Solo,dan Malang berama Burger Kill kini akan mampir di TWICE BAR tanggal 4 Novermber 2009 untuk mencingcang scene Metal Bali ( dan tentunya mengunjungi rumah keduanya “Bali” sebagaimana kita tau masyarakat austaralia pada umumnya sudah menganggap Bali sebagai rumah keduanya bagi mereka). Dan untuk kali ini kontingen Band Metal Bali yang beruntung untuk menemani perform mereka kali ini adalah pasukan berbahaya dari REZUME, BBM, dan BERSIMBAH DARAH…………..so be there or be Dead,,,again..and again….

Jumat, 16 Oktober 2009

“WE WERE BORN TO BE CORPSEGRINDER AND GRINDING TILL THE END”



Sebuah catatan kecil pergerakan scene metal Bali)

Musik metal maen di pameran?....anak metal masuk pameran??....holyshit...masih juga ada statement katrox seperti itu muncul dari beberapa begundal yang mengakunya paling metal di jagad raya ini. Memang diera derasnya globalisasi dan gempuran arus informasi teknologi sekarang ini hampir semua akses dengan mudah dimasuki oleh segala macam pengaruh global ekonomi,social,budaya, termasuk didalamnya musik metal. Bagaimana tidak, kalau awal era 90 kala mulainya tumbuh dan berkembang virus musik metal ini menjangkiti sebagian generasi muda Bali, untuk dapat menikmati musik metal ( death metal) secara ekslusif dalam sebuah club, café, di Denpasar ( Kuta ) seperti yang terlihat dalam video2 gig2 di luar negeri adalah sebuah hayalan tingkat tinggi. Namun di era sekarang ini, apa yang menjadi hayalan dulu telah nyata adanya didepan mata kita, musik metal dengan komunitas metalnya telah nyaman berjalan mulus untuk bisa tampil di dalam club2,café, seperti di Jakresto,The Wave, Peanuts club, bahkan Hard rock café Bali sekalipun.

Dan menengok kembali sejarah kebelakang kala masa-masa sulit dari perkembangan musik metal di Bali ini, perjuangan grelia untuk dapat dikenalnya musik metal oleh masyarakat umum adalah sebuah sejarah pergerakan yang tidak bisa kita pungkiri . Bagaimana dulu musik Metal ( Death Metal) dengan tegak menantang susah payah masuk meracuni ajang pentas musik yang ada mulai dari pentas musik di lingkungan banjar (RT) dalam acara bazaar / ulang tahun muda-mudi, perpisahan kelulusan SMA,musik kampus sampai pentas musik yang diselenggarakan dalam ajang pameran.

Dan kenyataannya memang pergerakan ini akan lebih terasa ketika kita mampu meracuni ruang-ruang public yang menjakau lapisan masyarakat umum yang lebih luas macam media Koran,majalah,radio bahkan Tv untuk dapat memberikan sedikit spicenya untuk mampu tampilnya musik metal ke ranah pubik tersebut, dan tidak terkecuali juga pentas-pentas umum macam ajang musik yang diselenggarakan dalam areal pameran sekalipun.

Dan kalau di Jakarta ada ajang agenda tahunan Pekan Raya Jakarta yang juga sering memberikan ruang untuk musik metal ( macam tampilnya band-band deathmetal berkelas seperti Deadsquad dan lainnya) , untuk kali ini di Denpasar dalam ajang pameran yang diselenggarakan diareal pameran central parkir Kuta juga memberikan ruangnya untuk tampilnya band-band metal Bali dalam ajang Hellbastad Bali Fest “Acharity for Sumatra”. Dalam ajang ini selain memberikan ruang kreatifitas utk unjung giginya band-band muda/baru dan band-band yang sudah mapan untuk tampil juga tersirat tujuan utama membawa misi luhur akan solidaritas social komunitas musik metal Bali terhadap musibah gempa yang melanda saudara-saudara kita di Sumatra. Masyarakat umum (moga aja ada pejabat/aparat) yang melihat (termasuk media umum) yang selama ini awam dan kadang terkesan miring penilaiannya akan makin terbuka mata hatinya bahwa dilingkungan keluarga dan sekitarnya tumbuh subur sebuah komunitas musik metal yang didalamnya tercermin nilai-nilai persahabatan,persaudaraan,social,sampai industri kreatif.
So mari kita bersatu padu dan support setiap ajang yang mampu memberikan ruang untuk tampilnya musik metal ini dan demi keajegan scene metal bali karena : …WE WERE BORN TO BE CORPSEGRINDER AND GRINDING TILL THE END